Loading...
Loading...

Sabtu, 24 April 2010

FRASE VERBAL



1. Pengertian

Frase verbal adalah frase yang mempunyai distribusi sama dengan kata verbal atau kata kerja. Jadi inti frase ini berupa kata kerja dan penjelasnya biasanya berupa adverbial. Persamaan distribusi itu dapat diketahui dengan jelas dari adanya jajaran:

ana mahasiswa lagi maca skripsi ing perpustakaan

ana mahasiswa – maca skripsi ing perpustakaan

Frase lagi maca mempunyai distribusi sama dengan kata maca. Kata maca termasuk golongan verba, karena itu frase lagi maca juga termasuk golongan verba. Contoh lain:

- arep mangan

- ora nangis

- lagi turu

- mangan wareg

- ngguyu ngakak

2. Struktur Frase Verbal

a. Berdasarkan distribusinya

Berdasarkan distribusinya, frase verbal dapat berupa frase endosentrik atributif, koordinatif, dan apositif.

a). Frase verbal endosentrik atributif, misalnya:

- mlayu banter

- budhal dhisik

- tangi turu

- turu mak seg

- mlayu mak klepat

Ada pula frase verbal yang atributnya di awal frase. Atributnya berupa golongan kata tugas seperti lagi, arep, mesthi, pancen, bisa, dan sebagainya.

Misalnya:

- arep mangan

- lagi turu

- ora tuku

- durung lunga

Frase-frase di atas terdiri dari kata tambah yang mendahului

b). Frase verbal endosentrik koordinatif, misalnya:

- mangan turu

- munggah mudhun

- mlebu metu

- merem melek

c). Frase verbal endosentrik apositif. Dalam kehidupan sehari-hari jarang ditemui. Kalaupun ada biasanya digunakan oleh panata cara dalam acara tertentu. Misalnya frase sampun siap sumadya.

b. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya

1). V didahului kata tugas, maksudnya terdiri dari kata atau frase verbal sebagai unsur pusat, didahului oleh kata tugas sebagai atribut. Contoh:

- arep mangan

- lagi turu

- isih mangan

- emoh lunga

- durung teka

2). V didahului kata ingkar, maksudnya terdiri dari kata atau frase verbal sebagai unsur pusat, didahului oleh kata ingkar sebagai atribut. Contoh:

- ora turu

- durung lunga

- gek-gek mlayu

3). V diikuti adverbial, maksudnya terdiri dari kata atau frase verbal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase adverbial sebagai atribut. Contoh:

- mlayu banter banget

- mlaku rindhik

- turu angler

- turu ngorok

- mlayu cepet

4). V diikuti Numeralia, maksudnya terdiri dari kata atau frase verbal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase numeralia sebagai atribut. Contoh:

- mangan ping pindho

- njupuk ping sewelas

- tuku sejinah

5). V diikuti V, maksudnya terdiri dari kata atau frase verbal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase verbal sebagai unsur pusat atau atribut. Jadi semua unsurnya berupa kata atau frase verbal. Contoh:

- mangan turu

- mlebu metu

- merem melek

- munggah mudhun

6). V diikuti N, maksudnya terdiri dari kata atau frase verbal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase nominal sebagai atribut. Contoh:

- adus bebek

- nglangi gaya kupu-kupu

c. Berdasarkan satuan lingual unsur-unsurnya

Struktur frase ini berkaitan dengan satuan lingual yang berhubungan dengan unsur segmental.

1). Berstruktur kata dan kata, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari 2 kata. Misalnya frase tangi turu terdiri dari dua kata yaitu kata tangi dan kata turu. Contoh:

- arep lunga

- badhe nedha

- ora nangis

- mangan wareg

- nangis ngguguk

2). Berstruktur kata dan frase, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari kata dan frase. Misalnya frase lagi tangi turu terdiri dari kata lagi dan frase tangi turu. Contoh:

- mangan ping pindho

- malah tansah kelingan

- turu angler banget

3). Berstruktur frase dan kata, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari frase dan kata. Misalnya frase munggah mudhun maneh terdiri dari frase munggah mudhun dan kata maneh. Contoh:

- nangis ngguguk terus

- mangan turu maneh

- mlebu metu terus

4). Berstruktur frase dan frase, maksudnya yaitu frase itu semuanya terdiri dari 2 frase. Misalnya frase durung budhal pating gedandaban terdiri dari frase durung budhal dan frase pating gedandaban.

3. Hubungan Makna antar Unsur-unsurnya

Pertemuan unsur-unsur dalam suatu frase menimbulkan hubungan makna. Misalnya pertemuan kata merem dan kata melek dalam frase merem melek menimbulkan hubungan makna 'penambahan'. Hubungan makna itu secara jelas ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata lan atau utawa di antara kedua unsurnya, menjadi merem lan melek atau merem utawa melek.

Hubungan makna antar unsur-unsur dalam frase verbal adalah:

1). ‘penambahan’, misalnya: munggah mudhun

2). ‘dari’, misalnya: tangi turu

3). ‘seperti’, misalnya: adus bebek

4). ‘arah’, misalnya: ngalor ngidul

5). ‘kwalitas’, misalnya: mlayu banter

6). ‘aspek/ waktu’, misalnya: lagi turu, durung mangan, tansah kelingan

7). ‘modalitas’, misalnya kudu lunga, mesthi nangis, gelem mbayar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar