Loading...
Loading...

Senin, 19 April 2010

FRASE NOMINAL

1. Pengertian

Frase nominal adalah frase yang memiliki distribusi yang sama dengan kata nomina. Persamaan distribusi itu dapat diketahui dengan jelas dari jajaran klausa berikut ini:

- ibu dhahar jeruk bali

ibu dhahar jeruk

- sing mlayu kae ora duwe tata

Jaka ora duwe tata

Frase jeruk bali dalam klausa ibu dhahar jeruk bali mempunyai distribusi yang sama dengan kata jeruk. Kata jeruk termasuk golongan kata nominal, karena itu, frase jeruk bali termasuk golongan frase nominal.

Frase sing mlayu kae mempunyai distribusi yang sama dengan kata Jaka dan wong kuwi. Kata Jaka termasuk golongan kata nominal, karena itu frase sing mlayu kae termasuk golongan frase nominal.

2. Struktur Frase Nominal

a. Berdasarkan distribusinya

Berdasarkan distribusinya, frase nominal dapat berupa frase endosentrik baik yang berupa endosentrik atributif, koordinatif maupun yang apositif.

a). Frase nominal yang endosentrik atributif, misalnya:

- sendhok bebek

- mi ayam

- wit pelem

- bocah bagus

- banyu anget

- klambi lurik soklat

b). Frase nominal yang endosentrik koordinatif, misalnya:

- bapak ibu

- sinau utawa mergawe

- pembangunan lan pengembangan

- sawah pekarangan

- Bondan apa Pandu

c). Frase nominal yang endosentrik apositif, misalnya:

- Suharto, mantan Presiden RI, wis kapundhut.

- Nani luwih ayu tinimbang Nita, mbakyune.

- Alat komunikasi internasional, bahasa Inggris, akeh disinauni para mudha saiki

b. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya

1). N diikuti N, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase nominal sebagai unsur pusat atau atribut. Jadi semua unsurnya berupa kata atau frase nominal. Contoh:

- mi ayam

- bakso sapi

- sate ayam

- ali-ali emas

- perusahaan batik

2). N diikuti Adj, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase adjektival sebagai atribut. Contoh:

- bocah lucu

- klambi abang

- meja bunder

- bocah pinter

3). N diikuti V, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase verbal sebagai atribut. Contoh:

- sega goreng

- batik tulis

- bolu kukus

- ayam panggang

- kursi goyang

4). N diikuti Num, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata atau frase numeralia sebagai atribut. Contoh:

- wong loro

- sarung sepuluh iji

- gedhang selirang

- gedhang rong lirang

- gula telung kilo

- kambil sajanjang

- gedhang satundhun

- jambu sadhompol

5). N didahului kata ingkar, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, didahului oleh kata ingkar sebagai atribut. Contoh:

- dudu meja

- dudu guruku

6). N didahului kata sandang, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, didahului oleh kata sandang sebagai atribut. Contoh:

- si Kancil

- sang Nata

- Sang Hyang Wikan

- Sri Rama

7). N didahului kata sapaan, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, didahului oleh kata sapaan sebagai atribut. Contoh:

- lik Joko

- yu Darmi

- dik Retno

- kang Parno

8). Selain N didahului kata sing, maksudnya terdiri dari kata atau frase selain nominal sebagai unsur pusat, didahului oleh kata sing sebagai atribut. Contoh:

- sing mlaku

- sing ngguyu

- sing mangan

- sing pinter

- sing bodho

9). N diikuti kata tunjuk, maksudnya terdiri dari kata atau frase nominal sebagai unsur pusat, diikuti oleh kata tunjuk sebagai atribut. Contoh:

- bocah kae

- jajan iku

- wong kuwi

c. Berdasarkan satuan lingual unsur-unsurnya

Struktur frase ini berkaitan dengan satuan lingual yang berhubungan dengan unsur segmental.

1). Berstruktur kata dan kata, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari 2 kata. Misalnya frase wit kambil terdiri dari dua kata yaitu kata wit dan kata kambil. Contoh:

- wit pelem

- gedhang goreng

- mi godhog

- omah anyar

2). Berstruktur frase dan kata, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari frase dan kata. Misalnya frase sate ayam madura terdiri dari frase sate ayam dan kata madura. Contoh:

- sate ayam madura

- tape ketan muntilan

- sepatu sandhal kulit

- mi ayam jakarta

3). Berstruktur kata dan frase, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari kata dan frase. Misalnya frase gedhang rong lirang yang terdiri dari kata gedhang dan frase rong lirang. Contoh:

- gula telung kilo

- sarung sepuluh iji

- jamu beras kencur

4). Berstruktur frase dan frase, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari frase dan frase. Misalnya frase gandhes luwes merak ati yang terdiri dari frase gandhes luwes dan frase merak ati. Contoh:

- gandhes luwes merak ati

- minyak telon cap Lang

- sarung tenun cap Gajah

- bakso urat Pak Kumis

- ayam goreng Mbok Berek

5). Berstruktur kata dan klausa, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari kata dan klausa. Misalnya frase wong sing mangan pelem yang terdiri dari kata wong dan klausa sing mangan pelem (ini termasuk klausa karena bersifat predikatif). Contoh:

- wong sing nganggo klambi kuning

- wong sing mangan sega.

6). Berstruktur frase dan klausa, maksudnya yaitu frase itu terdiri dari frase dan klausa. Misalnya frase kabeh wong sing mrana kae yang terdiri dari frase kabeh wong dan klausa sing mrana kae. Contoh:

- kabeh wong sing mrana kae

- botol kecap sing rupane ijo tuwa

- wong edan sing nganggo klambi kuning

3. Hubungan Makna antar Unsur-unsurnya

Pertemuan unsur-unsur dalam suatu frase menimbulkan hubungan makna. Misalnya pertemuan kata bapak dan kata ibu dalam frase bapak ibu menimbulkan hubungan makna 'penjumlahan'. Hubungan makna itu secara jelas ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata lan atau utawa di antara kedua unsurnya, menjadi bapak lan ibu atau bapak utawa ibu.

Hubungan makna antar unsur-unsur dalam frase nominal adalah:

  1. ‘penjumlahan’

Hubungan makna ini ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata penghubung lan dan karo. Misalnya:

- bapak lan ibu

- mbah kakung lan mbah putri

- nuswa lan bangsa

- pembangunan lan pengembangan

  1. ‘pemilihan’

Hubungan makna ini ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata utawa dan apa di antara unsurnya. Misalnya:

- senin utawa slasa

- Januari apa Pebruari

- wengi apa awan

  1. ‘bahan’

Pertemuan dua unsur yang menimbulkan makna bahan dari sesuatu. Hubungan makna ini secara jelas ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata saka di antara unsurnya yang menunjukkan bahan pembuatan. Misalnya:

- sate ayam

- jamu beras kencur

- permen jae

- ali-ali emas

  1. ‘asal, corak’

Hubungan makna ini secara jelas ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata saka di antara unsurnya yang menunjukkan asal. Selain menunjukkan makna asal juga menunjukkan makna corak. Misalnya:

- batik Lasem

- batik Pekalongan

- grabah Kasongan

- beras Delanggu

  1. ‘kepemilikan’

Pertemuan dua unsur yang menimbulkan makna pemilik. Unsur atribut yang menyatakan makna pemilik Misalnya:

- bukune Tono

- bakso Pak No

- jamu nyonya Meneer

- mi ayam Bang Toha

  1. ‘kemiripan’

Hubungan makna ini secara jelas ditandai oleh kemungkinan diletakkannya kata kaya di antara unsurnya yang menunjukkan kemiripan. Misalnya:

- sendok bebek

- leher angsa

  1. ‘pembatas’

Unsur atribut sebagai pembatas bagi unsur pusat. Hubungan makna ini ditandai oleh tidak mungkinnya diletakkan kata sing, lan, utawa, dan yaiku di antara unsur frase yang terdiri dari N diikuti N. Misalnya:

- banyu udan

- banyu segara

- jendela omah

- buku basa Jawa

  1. ‘jenis’

Unsur atribut menunjukkan jenis dari unsur pusat. Misalnya:

- kayu jati

- kayu kalimantan

  1. ‘kegunaan’

Unsur atribut menunjukkan makna 'kegunaan' dari unsur pusat. Misalnya:

- gedung pertemuan

- buku tulis

- meja belajar

  1. ‘jumlah’

Unsur atribut menyatakan hubungan makna 'jumlah' bagi unsur pusat. Misalnya:

- sarung rong iji

- mangkok loro

- bocah sepuluh

- gedhang setundhun

- lenga rong liter

  1. ‘penentu atau penunjuk’

Kata tunjuk dalam sebuah frase menyatakan hubungan makna penentu atau penunjuk. Misalnya:

- bocah kuwi

- panganan iku

- omah kae

  1. ‘sebutan’

Kata sebutan yang mendahului N pada sebuah frase menunjukkan makna seperti gelar kesarjanaan, kepangkatan, keagamaan, nama panggilan yang dirangkum menjadi satu makna yaitu ‘sebutan’. Misalnya:

- mas Yitno

- Dr. Sudibyo

- si Unyil

- Haji Untung

  1. ‘penerang’

Unsur atribut menerangkan unsur pusat. Hubungan makna ini jelas ditandai dengan kemungkinan diletakkannya kata sing di antara unsurnya. Misalnya:

- omah apik

- bocah pinter

- acara pungkasan

- kewan galak

1 komentar:

  1. klo "Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM" termasuk Noun Phrasekah? tlg infonya yah mas u/tgs mid test bhs. Trm kasih

    BalasHapus